Pancaran Anugerah

  • Perbesar ukuran huruf
  • Ukuran huruf bawaan asli
  • Perkecil ukuran huruf

TAKDIR? Kebenaran Tentang Homoseksualitas

Cetak PDF
Anda seorang gay atau bukan, pertanyaan ini pasti pernah terlintas dalam pikiran Anda: Apakah penyebab seseorang menjadi homoseks? Banyak orang berpendapat bahwa homoseksualitas memang sudah takdir, artinya kehidupan seseorang ditentukan sebelum ia dilahirkan sebagai akibat dari hukum genetika. Dan karena itu, golongan ini berpendapat bahwa mereka yang lahir dengan keadaan demikian tentu “tidak dapat berubah dan hal terbaik yang kita lakukan adalah membantu mereka menerima homoseksualitas sebagaimana adanya”.


Gerakan perjuangan hak-hak kaum gay sebenarnya adalah gerakan “penerimaan kaum gay”. Umumnya masyarakat mengejek, membenci dan menolak kaum gay. Karenanya mereka amat ingin diterima sebagai manusia “normal”. Mereka berusaha meyakinkan orang bahwa sebagian umat manusia dilahirkan homoseks. Mereka berkata “Lahir sebagai gay tidaklah berbeda dengan lahir sebagai orang yang bertangan kidal atau berambut keriting. Hal seperti ini merupakan variasi normal yang terjadi pada umat manusia”.


Apakah ada bukti bahwa homoseksualitas merupakan persoalan genetika, hormon atau telah ditentukan secara biologis?


Bila kita membaca artikel dan laporan mengenai dukungan terhadap pendapat bahwa homoseksualitas adalah takdir, maka hampir selalu dipakai ungkapan “banyak orang percaya…” atau “riset baru telah membuktikan…” Tetapi siapakah “banyak orang” dan di manakah riset itu dilakukan?


Sebenarnya tidak ada satu tulisan pun yang telah diterima secara luas oleh para ilmuwan dalam bidang sains dan kedokteran yang dapat membuktikan bahwa homoseksualitas bersifat genetika atau ditentukan sebelum kelahiran.


Lalu bagaimanakah tanggapan para ahli bidang seksualitas dan homoseksualitas?  Dalam memecahkan masalah khusus ini, pandangan merekalah yang lebih perlu kita selidiki, ketimbang pandangan dari mereka yang sudah mempunyai pandangan agamawi untuk dipromosikan atau pandangan mereka yang terlibat di dalamnya dan ingin agar dirinya di terima oleh masyarakat.


Salah seorang yang berwenang dalam hal ini adalah Bapak John W. Money Ph. D. seorang profesor di Johns Hopkins School of Medicine dan direktur pada Psychohormonal Research Institute. Dalam salah satu artikelnya yang berjudul “Perspectives in Human Sexuality” (Perspektif-perspektif dalam Seksualitas Manusia) ia menulis :
Walaupun ada kemungkinan untuk mendapatkan dukungan dari sumber-sumber hukum, namun identitas psikoseks dari seorang anak tidak ditentukan dalam kode-kode genetika, sistem hormon ataupun sistem syaraf pada saat kelahirannya. (1)

Seorang psikiater yang telah menulis dan berbicara banyak tentang homoseksualitas, Dr. Charles W. Socarides dari Albert Einstein College of Medicine di New York mengatakan:
Homoseksualitas – yaitu pemilihan partner dari jenis seks yang sama untuk pemuasan seks – tidak ditentukan pada saat kelahiran seseorang. Tidak ada hubungan antara naluri seks dan pemilihan objek pemuas seks. Pemilihan objek seks yang demikian merupakan hal yang dipelajari, sikap yang dikembangkan di kemudian hari; tidak ada bukti genetika untuk mendukung kecenderungan memilih partner dari jenis seks yang sama maupun dari lawan seks. (2)

Seorang ahli lain yang telah menulis banyak tentang hal ini adalah George A. Rekers, seorang profesor pada bidang Neuropsychiatry and Behavioral Science di University of Carolina School of Medicine. Pandangan beliau adalah :
Untuk saat ini kami boleh dengan tegas berkesimpulan bahwa sumber utama bagi penyimpangan tingkah laku seksual dan identitas seksual disebabkan oleh lingkungan dan faktor-faktor penentu perkembangan kondisi psikis orang itu…tetapi kamipun sadar akan adanya kemungkinan teoritis bahwa penyimpangan biologis dapat menjadi potensi yang sangat berbahaya dalam mendukung penyimpangan seksualitas secara tidak langsung. (3)

Akhirnya, kami memperoleh pendapat dari Masters dan Johnson, ahli-ahli yang paling berwenang dalam bidang sifat dan tingkah laku seksual manusia. Dalam salah satu buku yang mereka tulis, mereka menyatakan :
Teorema genetika untuk homoseksualitas pada saat ini umumnya sudah ditinggalkan.(4)

Walaupun ada perhatian pada mekanisme hormon sebagai sumber homoseksualitas, namun tidak ada seorang ahli dalam bidang sains pada saat ini berpandangan bahwa mekanisme hormon mempunyai hubungan sebab-akibat dalam masalah homoseksualitas. (5)
Argumen-argumen mengenai “Nurture vs. nature” (nurture meliputi perhatian keluarga, pendidikan yang didapatkan, status sosial & ekonomi, lingkungan ; nature meliputi faktor-faktor alami seperti bentuk tubuh, hobi, bakat, kemampuan & ketrampilan) selalu sulit dicari pemecahannya, karena manusia adalah makhluk yang kompleks. Bila kita berbicara mengenai alkoholisme, kejahatan kriminal atau homoseksualitas, kita selalu menghadapi kesulitan untuk membuktikan penyebab tingkah laku seseorang atau keberadaan identitasnya sehingga hal-hal demikian terjadi dengan menggunakan metode-metode sains atau hukum-hukum logika yang ketat. Tetapi pendapat yang sangat mendapat dukungan dari ahli-ahli dalam bidang homoseksualitas adalah bahwa homoseksualitas merupakan tingkah laku yang dipelajari, dan jika ada faktor genetika, maka faktor tersebut pasti merupakan faktor pendukung yang minoritas.


Jika homoseksualitas benar-benar tingkah laku yang dipelajari maka ada kemungkinan yang sangat kuat untuk tidak dipelajari. Sebenarnya ada bukti yang sedang bertambah dari hari ke hari yang menyatakan bahwa banyak kaum homoseks yang kini sedang mengalami perubahan yang nyata! Merdeka dari homoseksualitas!



(Traktat ini disadur dari artikel “A Life Determined before Birth?” oleh Alan Medinger dan disadur dengan izin dari ELEUTHEROS, 1298 Minnesota Ave., Suite D, Winter Park, FL 32789, U.S.A.)




DAFTER KUTIPAN:
1.  John W. Money, "Sexual Dimorhpism and Homosexual Gender Indentity" dalam Perspectives in Human Sexuality, ed. Nathaniel W. Wagner (New York: Behavioral Publications, 1974), hal. 67.

2.  Charles W. Socarides, “Homosexuality: Basic Concepts and Psychodynamics,” dalam International Journal of Psychiatry, 1972.

3.  George A. Rekers, “The Formation of Homosexual Orientation,” ditujukan kepada North American Social Science Network Conference, Washington D.C. Februari 26, 1987.

4.  William. H. Masters, Virginia E. Brown, dan Robert C. Kologny,  Human Sexuality, (Boston, Little, Brown and Company, 1984), hal. 319.

5.  Ibid., hal. 320.
 

Berita

Living Waters Leadership Training ke-V

tgl 1 sd 6 Februari 2015 Malang

Klik di sini




Aku Mencintai CiptaanKu

I Love You... A special prayer from God's heart...

Klik di sini




Journey

Informasi tentang program pemuridan baru

Klik di sini




Penderitaan

Bagaimana saya bisa mengerti penderitaan saya? Bacalah kutipan ini oleh Bunda Teresa

Klik di sini




Kalendar Acara

jadwal pelayanan

Klik di sini