Pancaran Anugerah

  • Perbesar ukuran huruf
  • Ukuran huruf bawaan asli
  • Perkecil ukuran huruf

Pandangan Alkitabiah Tentang Homoseksualitas

Cetak PDF
Indeks Artikel
Pandangan Alkitabiah Tentang Homoseksualitas
Halaman 2
Halaman 3
Halaman 4
Halaman 5
Seluruh halaman
Oleh Andy Comiskey

Pergumulan dengan homoseksualitas dapat menusuk jauh ke dalam jiwa dan lubuk hati orang Kristen.  Hal ini bisa mempengaruhi pandangan orang tentang dirinya dan Tuhan – yang nantinya menentukan seluruh jalan hidupnya.  Oleh karena dampaknya yang  jangkauannya panjang ini, maka kita perlu mengetahui pandangan Alkitab mengenai homoseksualitas.  Pandangan yang jelas dan akademis sangatlah penting, karena penemuan-penemuan ilmiah bisa memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap orang Kristen dalam pergumulan homoseksualitasnya.  Yang saya maksudkan dengan ini adalah bahwa banyak orang Kristen yang memiliki keinginan homoseksualitas yang tidak sadar menginginkannya.  Kecenderungan homoseks tampaknya dimulai pada umur yang sangat muda yang kemudian ditambahi oleh pengaruh-pengaruh lainnya dalam hidupnya di kemudian hari, bisa membuat seseorang untuk condong mencari penyatuan emosi dan seks dengan sesama jenis.  Tujuan daripada makalah ini bukanlah untuk membuat penghakiman – namun bertujuan untuk melihat bagaimana orang bisa membuat pilihan-pilihan yang bertanggung jawab berdasarkan adanya keinginan-keinginan ini.  Untuk itu kita perlu mengetahui pandangan Alkitabiah mengenai hal ini..

Ini tidak semudah seperti kedengarannya.  Buku-buku dan artikel-artikel yang telah ditulis mengenai pandangan Alkitabiah tentang homoseksualitas memberikan  pandangan yang beragam.  Ada berbagai ayat-ayat yang relevan yang bisa dilihat dari berbagai sudut, tergantung dari kacamata yang dipergunakan untuk melihatnya.  Seorang penulis feminis berpendapat bahwa homoseksualitas merupakan minoritas yang tertekan yang harus dibebaskan untuk menjelajah keinginan-keinginan mereka, penulis yang lain membela homoseksualitas dengan menekankan bahwa beberapa ayat Alkitab dipengaruhi budaya dan tidak relevan untuk masa kini.  Penulis yang lainnya melihat adanya penyatuan homoseksualitas antara Jonatan dan Daud, juga antara Rut dan Naomi, merupakan pandangan yang sangat kontras dengan penulis lainnya yang memiliki pandangan yang keras dan menakutkan tentang homoseksualitas.  Untuk menghindari pandangan yang berlebihan, kita harus mulai dengan pandangan yang se-objektif mungkin dan kesediaan untuk menggali Alkitab secara lebih mendalam.  Konteks budaya, bahasa asli yang dipergunakan dan arti logis yang dimaksud oleh penulis semuanya merupakan pertimbangan yang akan menerangi kebenaran pandangan Alkitab mengenai homoseksualitas.

Kita bisa menemukan rentangan benang merah yang melandasi Alkitab dan menghubungkannya dengan ayat-ayat yang relevan dengan homoseksualitas.  Benang merah ini sejajar dengan tema Alkitab yang lebih luas mengenai penciptaan, kejatuhan dan penebusan.  Dimulai dengan Kejadian 1 dan 2, kita bisa menemukan rancangan mula-mula Tuhan – laki-laki sebagai laki-laki dan perempuan sebagai perempuan.  Kejatuhan manusia ke dalam dosa mengakibatkan penyimpangan daripada rancangan Tuhan untuk seksualitas manusia – Kejadian 3 dan 19 – dan peraturan-peraturan dibuat sebagai tanggapan terhadap penyimpangan ini, sebagaimana dicerminkan dalam hukum Taurat, perintah Allah yang ke sepuluh dan kode etika Imamat.  Akhirnya, dalam Perjanjian Baru, peraturan-peraturan tampak sebagai sarana rekonsiliasi – Roma 1:1, Korintus 6:9, 1 Timotius 1:10 – yang mengarahkan manusia yang berdosa kepada Kristus.

Landasan untuk mengawali adalah kehendak Tuhan untuk seksualitas manusia.  Ini didasari secara kuat oleh hubungan laki-laki dengan perempuan di mana, dengan kerangka kerja adanya komitmen untuk bersama-sama seumur hidup, membuat kasih  seksualitas diperhadapkan pada sanksi ilahi.  Sangatlah penting bagi kita untuk memahami kehendak Tuhan, karena kita harus senantiasa melandasi pemahaman kita di dalam terang rancangan Tuhan atas penciptaan untuk dapat menelaah variasi-variasi seperti homoseksualitas.1    Pertama, beberapa informasi yang melatar belakangi, Kejadian 1 menjelaskan adanya Pencipta yang memerintah dunia menurut rencana-Nya yang sempurna, yang memisahkan terang dari kegelapan, langit dari bumi, air dari samudera menjadi daratan.  Oleh Firman-Nya, bumi dipenuhi tetumbuhan dan binatang; laut dipenuhi ikan.  Ayat 26 menguraikan ciptaan-Nya yang paling utama – penciptaan manusia.  Tidak seperti ciptaan-ciptaan Tuhan yang sebelumnya, manusia dibuat menurut rupa dan kesamaan-Nya, mengikuti Tuhan dalam hakiki-Nya.
 

Berita

Living Waters Leadership Training ke-V

tgl 1 sd 6 Februari 2015 Malang

Klik di sini




Aku Mencintai CiptaanKu

I Love You... A special prayer from God's heart...

Klik di sini




Journey

Informasi tentang program pemuridan baru

Klik di sini




Penderitaan

Bagaimana saya bisa mengerti penderitaan saya? Bacalah kutipan ini oleh Bunda Teresa

Klik di sini




Kalendar Acara

jadwal pelayanan

Klik di sini